Home > Cerita > Orang Tua Itu Sering Berasa Tuhan

Orang Tua Itu Sering Berasa Tuhan


Orang tua itu sering berasa Tuhan,,kenapa?mereka sering menganggap bahwa keputusanya adalah yang paling benar,,dengan alasan mereka hanya berharap yang terbaik buat anaknya,,sedangkan belum tentu semua keputusanya itu terbaik,,karena yang akan menjalani adalah si anak bukan mereka sebagai orang tua,,mereka hanya bisa memberi masukan atau pilihan saja,,tapi jika si anak memiliki pilihan lain janganlah dipaksakan,,apalagi kalau pilihan itu juga baik,,

jangan malu mengakui bahwa si anak memang sudah bisa berpikir,,jangan memaksakan kehendak kepada anak hanya karena mengikuti ego pribadi,,memang orang tua adalah orang yang pernah mengalami masa muda,,sedang si anak tentunya belum,,tapi di dunia yang semakin maju ini apa semua keputusan harus orang tua,,apakah seorang anak yang telah di didik disekolahkan tak mampu memutuskan suatu pilihan sendiri,,anak itu disekolahkan biar pintar tapi bukan untuk memintari orang tua,,tapi setidaknya orang tua bisa mengerti bahwa si anak sudah bisa berpikir dewasa,,kalau semua hal keputusan di orang tua, kapan si anak akan berkembang pemikiranya,,

orang tua itu sering berasa Tuhan,,seperti halnya dalam potongan dialog film CIN(T)A,,arsitek itu sering berasa Tuhan,,selalu menganggap bahwa desainya adalah yang terbaik,,padahal yang tahu mana yang terbaik ternyaman adalah si calon pemilik rumah,,arsitek hanya membantu mendesain, tapi keputusan baik buruknya ada di calon pemakai,,arsitek mendesain rumah dengan megah dan cantik,,tapi jika calon pemilik rumah tidak suka apakah arsitek juga akan memaksakan desainya,,tentunya tidak kan,,

orang tua itu sering berasa Tuhan,,sebagai contoh dalam hal jodoh,,sering kali orang tua menentukan jodoh buat anaknya,,hanya karena mereka menganggap pilihanyalah yang paling cocok,,hanya karena mereka berteman dengan orang tua calon,,hanya karena terburu-buru pengen cepat lepas dari tanggung jawab anak,,apakah itu selalu baik,,enggak,,enggak sama sekali,,

masalah jodoh adalah masalah yang sangat komplek,,

jangan menganggap dengan mencarikan jodoh si anak itu menjadi yang terbaik,,sedang yang akan menjalani hidup adalah si anak,,apakah orang tua tega si anak nikah dengan orang yang tidak dicintainya,,orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita,,apalagi menderita karena pernikahan,,menjalani keterpaksaan dengan orang yang tidak dicinta,,menjalani keterpaksaan dala hubungan yang sakral,,apakah pernikahan itu main-main,,sehingga kadang orang tua denga keras kepala menjodohkan anaknya dengan seseorang,,meski si anak tidak mau, dan tanpa memikirkan akibat buruknya,,

inti dari cerita ini adalah,,bahwa kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada orang lain, tak terkecuali itu adalah anak kita,,kita harus bisa menghargai keputusan orang lain,,kita harus menyadari bahwa yang terbaik buat kita belum tentu terbaik buat orang lain,,orang yang pernah muda belum tentu tahu segalanya, karena masa telah berbeda,,dan yang terakhir intinya adalah pengendalian diri🙂

salam hangat buat sahabatku semua🙂

Categories: Cerita
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: