Home > memory > Perjalananku

Perjalananku


Aku rindu.. rindu akan semua kenangan dulu..
Ketika semua ada.. ketika kasih sayang itu penuh..
Tapi apa daya.. ketika Tuhan berkehendak lain..
Tuhan mengambil semua yang pernah Dia berikan ke keluarga kami..
Kami kembali ke sedia kala seperti tahun 80an ketika aku belum lahir..

Tepatnya tahun 2000 proyek orang tuaku tak ada lagi.. Dana-dana dari PKAK yang dulu selalu membiayai proyek bapakku sudah tak ada lagi..
Masih tetap ada tapi diluar jawa tengah.. sedangkan bapak saya tidak mau kerja kalau harus sampai meninggalkan keluarga.. saking sayangnya terhadap keluarga..
kemudian di tahun 2001 bapakku tak lagi punya kerjaan lagi, cuma menjahit pakaian dirumah membantu ibuk saya..
tapi itu semua tak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga kami..
apalagi bapak saya punya impian untuk segera membangun rumah di tanah yang berada di imogiri sana..
bermaksud untuk membuka usaha baru ditempat yang lebih rame.. karena rumah kami di kulonprogo dipelosok kampung yang susah untuk membuka usaha.. akhirnya demi ambisi bapakku jual satu demi satu harta bendanya untuk membangun rumah di imogiri tepatnya sebelah barat jembatan siluk.. dari mobil, sampai hal kecil seperti tape dan pohon kelapa dijual tapi itu pun tak kunjung bisa memenuhinya.. tahun 2001 itu aku mulai masuk SMA, waktu itu saya masuk SMEA Sabdodadi Bantul.

Sewajarnya anak-anak baru masuk SMA pada punya seragam baru dan motor baru, karena sebelumnya di SMP belum boleh bawa motor. Tapi tidak begitu denganku, ketika aku masuk SMA justru mobil motor tlah habis terjual, utang dimana mana.. Aku pun tak berani menuntut kepada kedua orang tuaku. waktu itu dirumah tinggal ada satu sepeda motor merknya honda C70 atau biasa orang bilang motor pitung.. itu pun dipakai bapak ku dan gantian sama kakak lelaki ku.. aku berangkat sekolah dari kulonprogo ke SMEA Sabdodadi Bantul Jalan paris dengan naik angkot, itupun harus 3kali ganti angkot karena waktu itu jembatan srandakan masih putus, sehingga dari rumahku hanya naik angkot sampai jembatan srandakan, setelah itu ganti naik bis menuju perempatan gose, kemudian aku naik angkot lagi baru nyampe sekolahan.. kadang aku juga naik sepeda ontel dari kulonprogo nyampe sekolahan di jalan paris tadi..mungkin teman2 tahu jarak kulonprogo ke jalan paris.. waktu itu aku menikmati semuanya.. tapi kadang yang bikin aku merasa minder malu ketika aku naik angkot ketika pulang tentunya aku hanya bisa naik bis sampai jembatan srandakan, sebelum akhirnya naik angkot yang menuju ke rumahku.. setelah turun dari bis untuk melewati jembatan srandakan tentunya harus jalan kaki.. jam 2 siang lewat tengah jembata srandakan aduh panasnya.. panas haus dan lapar yang aku rasakan waktu itu.. belum lagi kalau temen SMP ku lewat dengan naik sepeda motor barunya, dan hanya klakson atau sekedar mbleyer tanpa menawariku tumpangan.. aduh rasanya seperti dihina dan malu.. karena sebelumya aku serba tercukupi.. waktu SMP kalau les kan boleh bawa motor, biasanya aku pakai motor bapak ku ( RX King ) atau motor satunya ( astrea grand ), tentunya kalau inget semua itu aku malu… intinya lebih mudah menyesuaikan dari sebelumnya orang tidak punya menjadi serba punya (kaya), dari pada dari sebelumnya jadi orang serba ada jadi tidak berada (miskin). jujur aku menyesuaikan keadaanku itu tidak cukup 1-2 tahun.. bahkan sampai sekarang aku jadi minder.. tapi aku bersukur dengan apa yang ada pada diriku waktu itu dan sekarang ini karena alhamdulillah kami diberikan kesehatan yang justru tak ternilai harganya,,

Itu masa2 sulit ketika aku SMEA dulu.. tahun 2004 tepatnya aku lulus dari SMEA.. waktu itu meski aku lulusan sekolah kejuruan, tapi aku mempunyai niat pengen kuliah.. tapi apalah daya.. orang tuaku tak punya biaya..meski sebenernya mereka senang kalau bisa mengkuliahkanku..tapi tak mampu, waktu itu aku dan bapakku justru bertengkar beradu argumen macem2,, yah… bapakku orangnya keras, jadi ketika ngomong sesuatu meski masalahnya cuma kecil nantinya pasti jadi panjang banget dan disangkut sangkutkan dengan masalah2 lain… y sudah waktu itu aku putuskan cari kerja.. aku melamar kesana kemari.. mulai dari tertipu dari iklan2 dikoran sampai akhirnya aku melamar di sebuah swalayan ternama dibantul.. purnama bantul itulah swalayanya.. aku diterima setelah berapa bulan aku lulus dari sekolah.. maklum aku jurusan menejemen bisnis penjualan waktu itu.. jadi sedikit2 aku sudah tahu tentang hal2 penjualan.. aku kerja dan kerja.. aku berusaha menikmati hidupku.. pagi kerja sore main sampai malem.. yah seperti itu lah hidupku waktu itu..karena aku suntuk kalau memikirkan masalah keluargaku.. jadi aku melampiaskan semuanya dengan main main dan main…

Sekitar awal 2005 bapakku dapat tawaran lahan parkir di mangkubumi.. lahan parkir punya temen bapakku
mau dijual gt… hmmmm setelah dipikir2 bapakku memutuskan cari pinjaman buat beli lahan parkir tersebut.. karena penghasilanya lumayan.. waktu itu dari jam 19.00 sampai 21.30 bisa dapat pemasukan 80rb-100rb hasil yang lumayan… sampai akhirnya orang tuaku memutuskan untuk menyuruhku berhenti kerja dan melanjutkan kuliah.. aku berpikir panjang waktu itu… karena aku tahu bapakku.. yang penuh dengan ambisi ini itu tanpa berpikir masalah lain.. ketika aku berdiskusi dengan bapakku.. aku bilang aku mau melanjutkan kuliah, tapi aku tidak mau kalau aku trus dikekang tidak boleh ini itu.. kalau apa2 dilarang, kalau apa2 harus orang tuaku.. gimana pikiranku bisa berkembang.. aku juga bilang kalau aku kuliah trus lulus kemudian setelah lulus aku tidak bisa sukses banyak uang ya tolong jangan marah.. semua orang kan cuma bisa usaha Tuhan yang menentukan.. aku bilang seperti itu karena ketika aku lulus SMEA aku dibilangin
tdk punya jiwa bisnis lah tidak ini lah itu lah macem2…aku tidak mau terjadi yang kedua kalinya.. akhirnya bapakku pun setuju…

Pendaftaran mahasiswa baru 2005 aku turut mendaftar.. muter2 kesana kemari cari informasi.. maklum orang tuaku belum pernah ada yang makan bangku kuliah.. boro2 kuliah SMA aj belum.. jadi tak ada yang mengarahkanku mau kuliah dimana…tapi mereka hebat ko… sampai akhirnya aku diterima di salah satu universitas muhammadiyah dijogjakarta.. sebut saja UAD.. kuliah dan kuliah yang aku jalani tiap hari dengan manunggangi sepeda motor CB100 warna hijau tentara.. wah gaya jadi anak kuliahan….  tapi sayang baru setelah sekitar satu setengah tahun aku kuliah, lahan parkir bapakku digusur karena ada penataan kota jogja…apes lah bapakku..setelah gempa tahun 2006 lahan parkir juga digusur.. kaya orang memulai hidup baru lagi, rumah hancur lahan penghasilan pun hilang… akhirnya cuma bisa utang sana sini utk kebutuhan sehari hari dan kuliahku.. maklum hasil dari jahit pakaian tak mencukupi… tahun demi tahun terlewati sampai 3tahun aku kuliah bapakku sudah komet/cuntel tak tahu bagaimana lagi.. hmmmmmmmmmmmm rumah yang di imogiri akhirnya dijual separo…buat bayar hutang dan biaya2 kuliah dan macem… yang lebih parah lagi kuliahkua kurang lancar, pemrograman begitu sulitnya aku jalani.. programmer ternyata status yang susah.. duli aku kira jurusan itu bukan fokus ke pemrogramman atau ke programmer.. tapi apalah daya nasi tlah jadi bubur semua tetap harus aku jalani sebisa mungkin… anda bisa bayangin satu angkatan saya dari skitar 40org paling hanya 1-4org saja yang bisa memahami pemrogramman. yang lainya bisa dibilang nol.. sekarang ditengah tengah  kesulitan, aku berjuang menyelesaikan skripsiku.. karena dalam waktu beberapa bulan kedepan kalau aku tidak bisa lulus tak tahu lagi orang tuaku akan dapat biaya dari mana..
aku hanya berharap…okelah sekarang aku seperti ini.. okelah sekarang orang tuaku kesusahan.. tapi tolong ya Tuhan setelah aku lulus nanti semoga aku bisa dapat kerjaan bisa jadi orang sukses dan bisa membalas semua jasa2 orang tuaku selama ini… aku kasian sama kedua orang tuaku.. terutama ibuk.. aku tidak mau melihat ibuk menangis lagi… semoga Engkau mendengarkan doa ku.. amien…

dan sampai sekarang aku masih rindu… rindu akan kenangan dulu…
setelah apa yang aku lewati selama ini aku yakin ada cahaya terang terang didepan sana…
amien…

lebih gampang ketika orang miskin berubah jadi orang kaya, daripada orang kaya berubah jadi orang miskin
karena orang miskin jadi orang kaya tak perlu susah payah menyesuaikan hidupnya, akan lebih mudah menyesuaikannya..
Tapi ketika orang kaya jadi orang miskin akan kesusahan menyesuaikan dengan hidup barunya..

Categories: memory
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: