Home > Cerita, umum > Aku Ingin Lebaran Sendiri

Aku Ingin Lebaran Sendiri


Musim mudik, ya disaat mendekati lebaran seperti saat ini tentunya banyak orang yang ingin segera mudik ke kampung halamannya. Tentunya karena ingin merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga di kampung atau dirumah. Mereka berbondong-bondong bersama teman, sahabat dan keluarganya mudik bersama.

Orang-orang yang akan mudik seperti itu biasanya sudah menyiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari. Mulai dari uang saku, tiket, oleh-oleh dan tentunya mereka yang mudik dengan sepeda motor/mobil sudah pada servis agar perjalanan mudik lancar sampai tujuan.

Alangkah bersemangatnya mereka, bersusah payah dan mungkin harus rela merogoh kocek dalam-dalam karena ingin berkumpul dengan orang tua keluarga dikota asalnya. Beda dengan saya, yang kebetulan selama 25 tahun ini saya selalu hidup dekat dengan keluarga, jadi tidak perlu mudik-mudik lagi. Kebetulan saat ini saya masih kost meski sebenarnya tidak jauh dari rumah, hanya Kulonprogo-Jogja saja, dulu karena kuliah capek nglajo makanya kost. Selain itu karena dari kecil saya cenderung dikekang dan kurang cocok dengan bapak saya, makanya saya betah banget hidup sendiri dikost.

Hari-hari mendekati lebaran seperti ini banyak temen-temen saya yang sudah pada mudik kerumah masing-masing, tapi tidak dengan saya. Saya justru masih dikost menikmati kesunyian kost ini. Mereka orang-orang pada senang mudik untuk berkumpul bersama keluarga, tapi tidak dengan saya, rasanya tidak betah saya tinggal dirumah. Ibuk saya sih baik banget, tapi bapak saya yang cenderung saya tidak bisa klop/cocok denganya, tidak tahu kenapa tapi karena dulu bapak saya sangat mengekang saya, mungkin karena itu semua sehingga sampai sekarangpun meski saya sudah dewasa tetap saja merasa risi atau kaku dan jadi malas kumpul bersama. Padahal bapak saya ini selalu mengorbankan semuanya untuk saya, untuk biaya pendidikan saya, hanya saya yang dia harapkan, saya bukanya tidak mau balasbudi berbaik hati hormat kepadanya, meski saya tidak bisa klop tapi dalam hati saya, saya akan berusaha membahagiakan bapak saya, dan tentunya ibu saya juga. Saya tidak akan lupa perjuangan mereka buat saya sampai disini. Semoga saja saya mendapatkan kelancaran hidup agar saya bisa membahagiakan mereka secepatnya, Amien.

Selamat buat semuanya yang akan berkumpul bersama keluarga tercinta dirumah, hati-hati dijalan jika sedang mudik, semoga selamat sampai tujuan, amien, selamat menyambut hari lebaran.

By tasirmugissae

Categories: Cerita, umum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: