Home > memory > Ibu,, Aku Belum Berhasil

Ibu,, Aku Belum Berhasil


Dalam penggalan kehidupanku yg panjang, disemester empat aku berada di fakultas MIPA Universitas Ahmad Dahlan. Disuatu pagi ketika aku belum terbangun dari tidurku, sebuah gempa berkuatan 5,9sl mengguncang kotaku. Hancur semua rumah keluargaku. Rasanya tak percaya dengan kejadian ini. Hari sabtu 27 Mei 2006 tepatnya.

Senin 29 Mei 2010 pun aku coba tengok kekampus, ah ternyat kampus tak jauh beda, tak layak pakai, kuliah pun diliburkan sekitar 3 bulanan waktu itu, menunggu perbaikan kampus. Hadoh rasanya hidup ini berputar dari awal lagi. Terlihat dari wajah orang tuaku yang menyadari rumahnya telah hancur. Kami pun tidur di tenda hampir setengah tahun lebih.

Aku selalu kasian ketika ingat harus bayar kuliah, apa lagi setelah peristiwa gempa itu ekonomi keluargaku sedikit kacau. Tapi mau bagaimana lagi, kuliah harus tetap lanjut. Ketika aku mengeluh kasian, orangtua ku hanya selalu bilang “sudah tugasmu itu kuliah, tugasmu belajar, masalah uang kamu tidak usah mikirin, biar kami yang nyari”. Itulah yang selalu terucap dari kedua orang tuaku ketika aku bercerita masalah pembayaran uang kuliah. Hufff lelah rasanya menjalani ini semua tapi aku harus tetap maju.

Tahun demi tahun tibalah semester-semester kahir dimana aku harus cepat selesaikan skripsiku. Fiuwwwwww menghela nafas memikirkan susahnya menggarap skripsi ini. Butuh banyak biaya, mau minta kasian sama orangtua, tapi bagaimana lagi, tak apa lah, mending aku sekarang sering minta uang dari pada nanti aku harus mundur satu semester itu akan sangat membebani orangtuaku. Aku pun berusaha sebisaku dan harus selesai semester ini. Subhanallah melalui berbagai rintangan yang sebelumnya tak pernah terpikir akhirnya aku pun lolos juga skripsi, alhamdulillah nilai B, cukuplah bagiku.

Tepatnya 24 Juli 2010 aku pun di wisuda di Gedung Jogja Expo Center. Kedua orangtua ku pun datang dengan mengenakan batik buatan mereka sendiri. Senang sedih rasanya aku merasakan hari itu. Ibu ku, hati lembut seorang ibu, dia pun meneteskan air matanya melihatku memakai toga kali itu. Subhanallah aku melihat begitu ibu sungguh mencintaiku, dari tangan seorang ibu, dari tangan seorang penjahit pakaian disebuah kampung di sudut kota Kulonprogo, hebat mereka mampu membuatku memakai toga Sarjana ini. Syukur alhamdulillah selesai satu tanggung jawabku kepada mereka. Terimakasih bapak, terimakasih ibu. Aku sayang kalian.

Satu bulan dua bulan tiga bulan,,, aku menghela nafas,, aku masih nganggur belum memperoleh pekerjaan, beberapa bulan ini aku masih terus mengandalkan orangtua ku, belum mempunyai penghasilan sendiri. Sering aku termenung sendiri, berpikir kapan aku akan segera dapat pekerjaan, agar aku tidak meminta-minta uang bensin lagi kepada orangtuaku. Tapi bagaimana lagi, lamaran demi lamaran pekerjaan telah aku kirim kesana kemari tapi belum mendapat hasil. Sabar, ya mungkin aku harus terus bersabar menghadapi ini semua. Aku hanya kasian sama ibu yang kadang mengeluh karena sepi pemasukan. Sedang bapak ku yang sibuk dengan eksperimen batiknya, masih saja mengandalkan uang pinjaman dari bank, hasil gadai BPKB motor. Hufff lelah rasanya melalui ini semua. Ingin rasanya berhenti tanpa melalui ini, tapi lagi-lagi mau tak mau aku harus melaluinya. Ya itulah kata mbak ku yang sering menghiburku, “sabar, banyak yang lebih lama dari kamu cari kerja kesana kemari tapi belum dapat juga, kamu juga baru kemarin lulus”. Itu yang sering diucapkan mbak ku, seraya memberiku dorongan agar aku jangan terus menyerah.

Hmmmmm hari ini aku pun masih disini, sibuk kesana kemari, mencari lowongan kerja. Bermodal ijazah Sarjana Komputer, yang sebenarnya aku sendiri terlalu berat memikul ijazah ini. Semoga semua ini cepat berakhir, aku ingin akhir yang indah. Amien

Dari sepenggal cerita perjalanan seorang lelaki putra seorang penjahit rumahan di sudut kota Kulonprogo.

Categories: memory
  1. erny
    December 19, 2010 at 12:06 pm

    aku malah anak pedagang bakso😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: