Home > Cerita, memory > Siang Gubuk Derita

Siang Gubuk Derita


Pagi beranjak berganti siang, adzan dzuhur terdengar dari kamar ini ketika aku masih terbaring diatas tikar yang mulai apek. Lamunanku berganti mencoba ketitik pusat, mencoba menata langkah menggapainya. Walau ternyata sulit, ini baru dalam lamunan, esok masih harus penuh keringat dan mungkin darah untuk mewujudkanya.

Suara adzan berlalu begitu saja, dan aku masih cuek terbaring disini, dengan perangkat pintar ini ditanganku, kucoba susun kata untuk menyambut siang yang masih gelap ini. Tak pernah berpikir, beberapa orang diruangan sebelah sedang bekerja demi menyambung hidup dan mengejar obsesi. Sedangkan aku? Aku masih menyusunya dalam angan-angan, menunggu itu semua untuk dapat kuwujudkan, semua ide gagasan telah ada, langkah pertama pun telah aku mulai dan belum membuahkan hasil. Masih jauh mencapai angan itu. Masih terlalu dini untuk tersenyum lebar.

Suara adzan berganti saling sahut terdengar dari masjid satu ke masjid yang lainya. Anehnya aku masih saja cuek, mencoba menikmati hari walau belum bisa. Berharap esok Keajaiban datang, demi menggapai angan untuk menjadi kenyataan.

Selamat siang kawan, sahabat, sodara semua.. Semoga kalian lebih beruntung.. Semoga aku bisa lebih baik..

Cerita dari seseorang yang mengatasnamakan “Aku”

Categories: Cerita, memory
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: