Home > curhat > Secarik Motivasi Diri

Secarik Motivasi Diri


Ini masalah kerjaan, bukan teman. Aku bisa saja memberatkan teman atau nikmatnya hidup di Jogja ini. Tapi apa mereka berpikir seperti itu juga? Aku yakin ketika mereka dapat kerjaan diluar Jogja atau pulau yang memang kerjaan bagus, mereka pasti juga akan pergi. Ujung-ujungnya aku sendiri lagi kan. Jadi menurutku teman dan nyamanya Jogja bukan alas an untuk aku tidak mau kerja diluar Jogja atau luar pulau.

Penyesalan tinggallah penyesalan, kita tidak bisa mengulang waktu dan memperbaiki penyesalan itu. Penyesalan biarlah berlalu, masih ada esok yang harus kita jalani. Esok perjuangan lebih berat, banyak yang harus kita hadapi, perjuangakan apa yang ingin kau capai, jangan sampai penyesalan itu datang lagi.

Merdeka tanpa perjuangan itu mustahil, anak kecil minta maenan pun pakai perjuangan, bisa dengan nangis merengek rengek dan semacamnya. Kita juga tak terlepas dari perjuangan, apalagi kita mengharapkan sesuatu yang besar, yang kecil saja butuh perjuangan bagaimana yang besar.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berguna bagi yang dipimpin. Perlu kalian tahu, kita adalah pemimpin dari kaki, tangan, hati, dan pikiran kita. Tinggal apakah kita bisa menjadi pemimpin yang baik bagi diri kita atau tidak. Kita diberikan tangan dan kaki lengkap, malu sama mereka yang tidak memiliki kaki dan tangan lengkap tapi mereka tak mau menyerah untuk terus berusaha.

“Mudahkanlah urusan orang lain maka insyaAlloh urusanmu akan dipermudah. Sekecil apapun itu bisa bermanfaat bagi orang lain. “

Kita diperbolehkan untuk meminta kepadaNya, kenapa tidak kita manfaatkan. Kau pengen kaya maka mintalah kaya, tapi mungkin itu akan lama dibanding mereka yang meminta kaya agar mereka bisa berbagi kepada yang kurang mampu, berbagi kepada anak yatim piatu, karena niat mereka baik dan bukan semata untuk dirinya saja, dan itu mungkin akan lebih cepat dikabulkan, karena untuk bisa berbagi pada mereka yang kurang mampu perlu menjadi kaya dulu. Rasulullah itu yatim, jika kita menyayangi Rasulullah maka kita juga harus menyayangi anak yatim. Kita meminta kesuksesan untuk diri kita dan untuk bisa berbagi bagi anak yatim dan semacamnya, insyaAlloh itu akan mudahkan.

Ketika kita naik pesawat terbang, kita melihat ke bawah, maka yang selalu menonjol adalah bangunan-bangunan yang megah, bangunan-bangunan pencakar langit. Pernahkah berpikir diantara bangunan-bangunan itu ada gubuk kecil yang mungkin berdinding bambu dan berlantai tanah dan ada manusianya dan hidup pula. Tapi apa yang kita lihat dari atas pesawat? Gedung-geung besar itu tentunya. Coba terapkan masalah ini pada posisi antara kita dan Alloh. Alloh juga akan melihat kita dari mana yang menonjol, siapa yang selalu ingat sholatnya 5 waktunya, tahajudnya, dhuhanya, dan ibadah-ibadahnya. Kita harus menjadi orang yang berbeda, yang menonjol agar Alloh melihat kita, tentunya dengan ibadah-ibadah tadi.

Pada dasarnya kita semua tidak punya apa-apa, tapi kita punya waktu. Maka korbankanlah waktumu itu untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Dan jangan lupa mudahkanlah urusan orang lain dan memberikan kebahagiaan pada yang membutuhkan.

Ini adalah motivasiku, ini yang membangunkanku dari “tidurku”. Ini aku dan jelas beda sama kalian, kalau memang ini bermanfaat bagi kalian Alhamdulillah, tapi jika tidak minimal kalian tahu seperti apa diriku.

Terimakasih sedulur-sedulurku, motivator-motivator hebat, kalian semua teman-temanku. Ingat “kita tidak bisa menyeberangi lautan dengan hanya berdiri dan memandanginya saja.”

Categories: curhat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: