Home > Cerita > Belum Ada Judul (cerpen)

Belum Ada Judul (cerpen)


Pagi ini seperti biasa aku mengawali hariku dengan bantu-batu mama didapur. Kemudian jam sepuluh aku bergegas mandi. Setelah selesai mandi aku pun siap-siap pergi, tiba-tiba mama nyaut..
“Lho Nik, ini kan Tio, yang sering datang dulu?” Tanya mama sambil membuka-buka majalah yang kemarin aku beli. Aku hanya diam sambil memakai sepatuku. “Dia sudah jadi model ya, hebat sekali pantesan jadi jarang kesini, tapi kalian…” Udah deh ma, males ngomongin Tio bikin bete aja!” Aku kemudian pergi meninggalkan mamaku “pergi dulu ya ma!”

Aku menyalakan motorku dan segera pergi kerumah Rara teman dekatku, karena disana jugalah teman-teman se-gengku nongkrong. Maklum, bokap Rara sering keluar kota, sedangkan nyokapnya sibuk dengan pasien-pasiennya.
“Nik, elo udah baca Aneka yang baru belom?” Tanya Rara sesampainya aku disana.
“Belom, emang kenapa?”
“Nich baca!” Aku buru-buru menyabet majalah yang disodorkan Rara, tampak tertulis dengan jelas “Boys Road Show Djogja, Tio Manggala Putra dan Audi” disertai dengan gambar cling mereka berdua. Aku nggak tahu perasaanku apakah harus senang atau susah yang jelas aku malu kalau akan bertemu dengan Tio.
“Gue denger juga tadi malam di radio kalo malam ini mereka juga ngadain jumpa fans di Galeria Mall, datang yuk!” Tambah Rara.
“Gila apa, mau taroh mana muka gue, lo mau bunuh gue?” Bentakku.
“Bego amat, pokoknya nanti malem gue mau dateng, gue udah nggak sabar pengen liat tampangnya Tio yang kiut!”
“Percuma aja paling-paling doski uda lupa ama kita!” Kataku.
“Ya enggak lah, masa doski lupa ama cewek idolanya sich!”
“Sialan lo Ra! Tapi itu kan dulu, all that’s over!” Bentakku yang malah membuat Rara cekikikan.
“Salah siapa dulu pake basa basi, kalo emang suka ya bilang terus terang, elo sich pake mikir-mikir segala, jadi lari dech, and now elo dapet karma kan!”
“Doski juga sih, coba kalo dari dulu keren kayak sekarang, pasti kita udah jadian, habis dulu kan doski culun banget!” Kataku. Kemudian kita berdua ngakak mengingat masa lalu Tio yang lugu dan norak.
“Tapi doski masih nyisain cintanya enggak ya buat elo?”
“Gue pikir sih enggak, tapi kalo masih.. I’m always ready!”
“Sialan lo!”

Karena desakan Rara aku mau juga datang ke jumpa fansnya Tio. Tapi sebenarnya aku juga ingin sekali bertemu dengan Tio.
“Ma, malem ini Nanik nginep di rumah Rara ya ma!” Kataku pada mama lewat Hp.
“Lho memangnya kenapa?” Kata mama terang.
“Enggak, soalnya kita mau ke mall dulu.”
“Kalau ke mall kan nanti bisa pulang nggak sampe malam kan?”
“Iya sih tapi, eh kita mau ketemu sama… Eh…!”
“Sama siapa? Jangan ngaco ah!”
“Sama Tio ma, soalnya kan doi ngadain jumpa fans malem ini!”
“Tio..? yang bener, katanya bete kok malah mau ketemu!”
“Ah mama…., tapi bolehkan?” Desak ku.
“Boleh aja, tapi nanti kalo nggak kemaleman pulang ya! Hati-hati lho.”
“Oke dech ma, makasih ya ma!”
Aku buru-buru mematikan Hp ku dan segera berangkay dengan mobil Rara karena keburu telat.

Sampai disana kita harus ngedaftar dulu dipintu masuk, karena nanti akan di undi untuk mendapatkan waktu satu jam penuh bersama Tio dan Audy. Setelah satu jam diadakan interview, tiba saatnya untuk diadakan pengundian yang langsung diambil oleh Audy, dan Tio yang membacakan nama orang yang beruntung.
“Semoga gue yang menang ya Tuhan!” Doa Rara terus menerus karena doski ngefans banget sama Audy dan pengen banget ketemu Tio. Aku hanya diam saja, tapi sebenarnya aku juga ingin memenangkannya.
Saat Tio mau membacanya, dia diam sejenak, kemudian mengambil nafas panjang, mendadak tampang Tio berubah, lalu dengan lesu dia membacakannya keras-keras.
“Nanik Wahyuni Lestari!” Ucap Tio yang mendadak pedenya turun. Lalu tepuk tangan cemburu para penonton terdengar riuh.
“Untuk Nanik harap segera naik ke panggung!” Kata Audy semangat. Sedangkan Tio hanya duduk diam saja sejak membacakan namaku.
“Sialan lo Nik, padahal gue udah pengen banget nich ngobrol mereka, tapi nggakpapa, dengan ini semoga elo and Tio bisa balikan lagi!”
“Apaan sich!” Kataku sambil berdiri untuk maju keatas panggung.
“Eh, jangan lupa sampein salam gue sama mereka ya!” Kata Rara.
“Eh, elo pulangnya gimana?” Katanya lagi.
“Elo pulang aja dulu entar gue bisa naik taxi kok!” Kataku.

Bersambung…..

Categories: Cerita
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: