Home > Cerita > Belum Ada Judul 2 (cerpen)

Belum Ada Judul 2 (cerpen)


Setelah acara dibubarkan, aku kemudian disuruh menunggu diruangan yang luas dan ber AC. Tak berselang lama ada orang yang masuk.
“Tio?” Sapaku kaget, Tio diam dan duduk disampingku.
“Kok cuman sendirian Tio, yang lain mana?” Tanyaku heran.
“Nik, gue ingin minta tolong sama elo!” Katanya terang dan aku hanya mengerutkan alisku.
“Gue harap kita bisa ngejaga jarak, elo maukan pura-pura nggak kenal sama gue?”
“Tio..!!!????”
“Gue tau Tio, elo malu ya punya temen lama kayak gue, gue tau elo masih marah kan sama gue?” Kataku kacau kemudian aku berdiri dan mendenggakkan kepalaku untuk mencegah kebocoran dimataku.
“Enggak Nik, gue nggak marah gue cuman nggak bisa ngelihat elo lagi, gue tau gue emang nggak cocok buat elo!” Kata Tio terang, kemudian dia berdiri dan memegang pundakku, dan mencium keningku. Tanpa disangka Audy dengan tiba-tiba masuk.
“Oh I’m sorry, gue mengganggu ya?” Katanya kemudian dia mau keluar
“Oh enggak, nggak papa kok!” Kataku kemudian Audy masuk lagi.
“Eh, sorry ya gue tinggal dulu sebentar!” Kata Tio kemudian keluar.
“Eh ada apa sih!” Kata Audy
“Enggak ada kok” eh ya uda kita mulai aja kataku, Audy pun ngangguk.
“Oh ya temen gue nitip salam buat elo” kataku basa-basi.
“Oh, temen elo yang nunggu diluar itu ya, yang rambutnya di highlight biru kan?” Kata Audy.
“Lho kok elo tau, emangnya Rara nungguin?” Tanyaku.
“Oh namanya Rara, kalo doski mau ajak masuk aja!” Kata Audy ramah.
“Emang boleh?” Tanyaku semangat.
“Boleh” Katanya lagi kemudian aku keluar untuk memanggil Rara tapi dia tidak ada, kemudian aku mencarinya, dan ternyata dia sedang bersama Tio.
“Ehem!” Kataku, kemudian mereka berdua menoleh ke arahku.
“Sorry Ra, gue tinggal dulu!” Kata Tio kemudian pergi meninggalkan kami berdua.
“Eh Nik, ada apa?” Tanya Rara gugup.
“Enggak ada, tuh Ra, elo dipanggil Audy, ternyata Tio salah membaca pemenangnya!” Kataku cuek.
“Kok bisa begitu?” Kata Rara sambil senyam-senyum.
“Tau, udah sana masuk aja!” Suruhku.
“Nik elo bawa mobil gue aja! Nih kuncinya!” Kata Rara sambil memberikan kunci mobilnya padaku.
“Entar lo bagaimnana?” Tanyaku heran.
“Udah nanti gue bisa minta tolong Tio kok”. Kata Rara kemudian Rara buru-buru lari.

Aku lalu mengambil mobil Rara dan membawanya pulang, dan aku segera menelfon rumah Rara untuk memberi tau Rendy kakak Rara kalau aku tidak jadi nginap dirumahnya.
Dirumah aku tidak bisa tidur, aku terus memikirkan Tio dan juga Rara, apa yang terjadi antara mereka.
“Nanik, ayo bangun, sudah jam sepuluh katanya mau ke studio ketemu Tio?” Kata Mama membangunkanku.
“Males ah Ma!” Kataku tanpa membuka mataku, maklum aja aku masih ngantuk karena aku baru tidur sekitar jam tiga pagi.
“Iya, tapi bangun dong, masa cewek jam segini belum bangun!”
“Ini kan hari libur Ma!” Kataku malas tapi mama terus memaksaku untuk bangun. Akhirnya aku pun nyerah, aku kemudian mandi, setelah seger aku menelpon Rara.
“Hallo, mas Rendy ya?” Kataku.
“Iya ada apa Nik, mau nyari Rara?” Kata Mas Rendy dari seberang.
“Tau aja!”
“Lho bukanya Rara pergi sama kamu?”
“Ah enggak, buktinya Nanik nelpon?”
“Lho tapi Rara udah pergi dua jam yang lalu, katanya mau ke studio. Malahan dia mau ngejemput kamu, dia kan bawa motor kamu.”
“Ya udah deh Mas, makasih ya Mas!”
“Yo…!” Balas mas Rendy kemudian aku menutup telponnya.
“Ma, tadi Rara kesini gak?” Tanyaku pada Mama.
“Enggak tuh, memang kenapa?”
“Enggak, cuman nanya aja, ya udah ma Nanik mau pergi dulu!” Kataku kemudian mencium Mama dan pergi.
“Mau kemana?” Tanya Mama heran tapi aku tidak mendengarnya lagi.

Aku melarikan mobil Rara menuju studio, aku ingin tau apa yang terjadi sebenarnya mengapa Rara jadi aneh.
Sesampainya studio, ternyata interviewnya sudah selesai. Suasana saat itu sudah sepi, hanya tinggal beberapa DJ yang mau OnAir aja.
“Ada apa dek, mau ketemu coverboy ya? Sayang mereka sudah balik, hanya tinggal Tio!” Sapa salah seorang yang ada distudio itu.
“Tio masih ada, dimana dia mas?” Tanyaku penasaran.
“Oh itu didalam, sedang ngobrol sama temennya!” Kata mas itu ramah.
“Makasih ya mas!” Aku buru-buru masuk, ternyata disana ada Tio dan Rara.
“Nanik…!!!????” Kata Tio kaget dan Rara hanya diam.

Follow twitter @tasirmugissae

Categories: Cerita
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: