Home > Uncategorized > Filosofi Air Kencing

Filosofi Air Kencing


Minggu pagi, yah minggu pagi selalu jadi hari yang lumayan indah bagiku. Biasa malam minggu nginep di kost temen, begadang nonton film sampai pagi. Tidur sebentar aja tentunya.

Hmmm jam 7:30 pagi bangun, ngumpulin sisa tenaga kemudian bikin kopi. Yeaaahhh pagi ini masih white coffee sisa semalam, nikmat menikmati pagi bersama segelas kopi dan beberapa puntung rokok.

Selesai menikmati pagi lanjut nonton film, masih japanese film yang aku tonton, setelah semalam bagian Dear Friend nya Kiko Kitagawa. Selesai nonton satu film kok kebelet pipis. Anehnya waktu pipis kok di toilet bau white coffee yang tadi aku minum. Jadi dapet indpirasi baru buat tulisan pagi ini. Mau tahu kan? Simak alinea berikut.

Setiap kita kencing tentunya bau, dan baunya tidak selalu sama. Terkadang baunya sama dengan apa yang terakir kita minum, seperti yang aku alami pagi ini. Hal ini sama dengan ketika kita berbuat sesuatu, tidak selalu mendapat balasan yang sama. Kita berbuat baik bisa saja dapat balasan baik, tapi bisa saja tidak. Sama hal nya dengan kencing tadi, yang kita rasakan (baunya) tidak selalu sama dengan apa yang kita minum. Ngerti kan maksud “filosofi” yang saya maksud? Semoga ngerti.🙂

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: