Home > Cerita, curhat > Ramadhan Ke Dua

Ramadhan Ke Dua


Petang ini ketika senja lenyap ditelan malam yang gelap, suara adzan terdengar jelas dari sebuah masjid dekat rumah. Ketika itu aku masih menyibukkan jemariku dengan serangkain tulisan. Aku segera bergegas mandi dan ibadah magrib, menyambut esok adalah awal Ramadhan bulan penuh pahala yang selalu dinanti umat muslim.

Ini adalah Ramadhan ke dua setelah dua tahun aku meninggalkan kehidupan kost dan perkuliahanku. Menjalani Ramadhan full di kampung halaman tercinta dimana dulu aku selalu digembleng untuk hidup mandiri, dengan penuh teori selangit yang selalu di jejalkan ketelingaku. Aku pun masih teringat ketika pantat mungil ini dulu dipukul berkali-kali dengan penggaris kayu atau ketika aku diseret hanya karena masalah sepele. Didikan fisik dan teori selangit sepertinya membuat dendam-dendam kecil ini menumpuk, hingga aku selalu bersikeras dengan apa yang aku pikirkan. Ego, ya mungkin ego ini mengeras seiring dengan dendam-dendam kecil yang selama ini memenuhi hati dan pikiran. Walau aku tahu tak seharusnya itu aku abadikan.

Ruangan ini, kamar ini baru sekitar 1-2bulan yang lalu aku menempatinya, karena memang semenjak gempa 27 Mei 2006 silam baru kali ini kami diberikan kemampuan membangun kembali gubuk kami. Kamar ini adalah tempat dimana aku memerdekakan diri dari semua masalah, kepenatan, dan bisingnya teori-teori kehidupan yang selalu menusuk hati dan jantungku yang terkadang membuatku hampir kehilangan hati dan pikiran.

Ramadhan sepertinya hanya selayaknya bulan-bulan biasa yang selalu berlalu tak berbekas. Ramadhan yang damai berakhir dengan Idul Fitri yang suci selalu mudah tercemar kembali. Bak kain putih yang tak pernah lepas lama dari noda-noda. Mungkin karena memang semua diciptakan sepaket sehingga sesuatu yang baik selalu tak terlepas dari hal buruk pula. Dan, aku hanya selalu berharap esok akan selalu lebih baik, dan cita anganku ini akan pasti tercapai. Semoga ini menjadi Ramadhan yang benar membekas di hati. Ameen.

Categories: Cerita, curhat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: