Home > curhat > Daisy

Daisy


Aku berteriak keras, aku keluarkan seluruh kata penat di hati. Tapi tak seorangpun mendengarku, bahkan melihatpun tidak.

Aku berdiri disini, dikeramaian orang, namun ini terasa amat sepi. Sesepi jiwa dalam angan akan hari esok.

Mata orang-orang terlihat masa bodo dengan apa tingkah ku. Telinga mereka seakan tak mendengar keluh kesah, bahkan teriakan-teriakan ini hanya seperti gerakan mulut yang tak bersuara. Entah, apakah masih ada sepasang mata dan telinga yang mau menemani. Meski terkadang kesendirian membuatku lega dengan kemerdekaan yang aku rasa.

Esok pasti akan datang, hidup terus berjalan seiring dengan waktu. Masihkah akan ada kepedulian penuh dari seorang kawan. Ketika mereka menjadi satu-satunya tempat berbagi, setelah sudut ruangan dan malam yang sunyi.

Categories: curhat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: