Home > Cerita, fiksi > Tanpa Kaki

Tanpa Kaki


Aku terdiam diatap sebuah banguna disudut kota dimana aku dilahirkan. Terduduk di kursi roda kupandang langit senja yang mulai menggelap. Cahaya mulai bermunculan disetiap sudut ketika petang datang. Demikian hatiku yang selalu menanti setiap pancaran cahaya kehidupan.

Long time ago, disuatu sudut desa kota diruangan kecil samping kamar mandi. Aku terlahir kedunia ini, begitu bahagiaanya setiap orang saat itu melihatku ada didunia ini.

Waktu terus berjalan, keanehan mulai nampak pada diriku ketika umur 5 tahun aku juga tak kunjung bisa berjalan, aku hanya terus merangkak dan merangkak. Keluarga dan kerabat mulai merasa ada yang salah, hingga aku di bawa kerumah sakit di kota, yah di kota, masih ingat jelas aku kala itu. Ketika dokter mengatakan aku mengidap suatu penyakit yang membuat pertumbuhanku tak normal. Dokter mengatakan aku tak akan pernah bisa berjalan seperti teman-temanku yang lain. Begitu terkejutnya keluargaku, terlihat jelas raut muka mereka. Aku yang masih kecil seperti tak mengerti apa yang terjadi, yang kutahu hanya aku belum bisa berjalan. Meski aku sempat melihat ibu menangis, aku pun tak pernah mengerti apa arti tangisan itu. Hingga akhirnya aku dewasa kini.

Tahun demi tahun telah berlalu, aku sudah menginjak dewasa. Aku memang terlahir memiliki kelainan, tapi aku masih bisa merasakan pendidikan di tempat umum, bukan sekolah luar biasa atau semacamnya. Mungkin karena aku selalu bisa menyesuaikan dan tak merepotkan pihat sekolah maupun teman. Walau terkadang aku merasa terkucilkan karena beberapa pelajaran aku tak bisa mengikutinya, praktek terutama seperti olah raga. Aku hanya mencoba melakukannya dengan caraku karena aku tak mau kehabisan akal dan semangat, karena aku ingin tetap sekolah ditempat umum bukan di sekolah luar biasa atau sekolah berkebutuhan khusus.

Malam itu aku menikmati langit malam, entah kenapa aku suka menyendiri menikmati senja maupun malam. Kulihat bintang yang bersinar. Aku mengerti bintang pun tak semuanya sama, ada yang kecil dan ada yang besar dengan cahayanya yang terang. Dan manusia ada manusia yang terlahir sempurna dan ada pula yang tidak. Seperti yang terjadi pada diriku, aku selalu mengumpulkan tiap kepingan semangat yang tersisa. Meski dokter pernah mengatakan seiring berjalannya waktu penyakit ini akan terus menggerogoti hingga menjadi lumpuh 100%.

Aku tak pernah ingat tepatnya, namun aku ingat pagi itu menjadi akhir dari pendidikanku. Aku terbangun dari tidurku, tapi aku tak pernah mampu menggerakkan badanku lagi, sepertinya penyakit ini tak lagi hanya memakan kakiku, kini seluruh tubuhku mulai tergerus. Beruntung kala itu aku masih bisa untuk menggerakkan jari jemariku, hingga aku bisa menulis artikel ini. Yah artikel ini mungkin akan menjadi artikel terakhir yang aku tulis. Esok bisa saja aku tak mampu lagi menggerakkan jariku, atau bisa saja esok aku telah tiada.

Semua manusia mempunyai mimpi, aku pun demikian. Aku selalu ingin menikmati isi bumi ini. Aku ingin bisa bepergian ke negara-negara yang aku suka, seperti Thailand, Paris, Italy, Korea atau juga Jepang. Makanya aku tak pernah menyerah untuk terus belajar agar kelak aku bisa bepergian kesana. Hingga akhirnya aku sadar semua itu hanya angan mimpi belaka. Dengan keadaanku, dengan penyakit ini aku tak mungkin mencapai itu semua, bahkan ditengah masa study ku aku pun harus rela berhenti sampai disini.

Satu yang selalu menjadi penyemangat hidupku. “Jika bukan aku yang akan memotivasi diriku sendiri, lalu siapa lagi”. Aku adalah aku, meski hari ini atau esok aku tiada setidaknya aku pernah melihat dunia, aku pernah melihat keluargaku gembira melihat kelahiranku. Dan aku yakin esok mereka akan menangis melihat kepergianku. I love you so much Mom, Mom, Mom, and Dad.

The last artikel
Tanpa Kaki

Mohon tinggalkan komentar jika membaca artikel ini. Terimakasih.

Categories: Cerita, fiksi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: