Home > Cerita, curhat, Motivasi > Hello To Myself

Hello To Myself


Hari ini 20 Agustus 2012, hari spesial bagi umat muslim. Yah Idul Fitri hari ini, semua menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh.

Pagi jam 06:00 tepat aku bangun, segera persiapan untuk sholat ied di tanah lapang yang tak jauh dari lokasi rumah ku. Aku berangkat bersama ibu berboncengan naik motor, sedang bapak tak tahu dia mau gimana. Ya memang semenjak pagi aku sudah merasakan ketidaknyamanan di keluarga ini, hmmm bahkan mungkin sudah dari kemarin.

Sholat ied pagi ini rame sekali, aku lihat muka setiap orang yang berpapasan denganku sepertinya tak ada raut kesedihan dihati mereka, mereka semua penuh dengan senyum kebahagiaan. Sedang aku seperti orang asing yang berjalan diantara keramaian orang. Sesekali aku coba sapa dan tersenyum ke beberapa orang yang kebetulan aku kenal, entah mereka tahu atau tidak dibalik senyum kepalsuan ini.

Sepulang sholat ied seperti biasa aku sungkem ke ibu dan bapak. Sehabis itu kita ke mesjid untuk halal bil halal bersama warga sekitar. Selesainya aku segera pulang kerumah setelah beberapa saat ngobrol sambil jalan bersama tetangga yang baru pulang dari malaysia, like so friendly. Sesampai dirumah suasana rumah tetap saja tak nyaman, hingga tiba-tiba terdengar kata-kata keras muncul dari kedua orangtuaku. Aku sempat ingin menutup telinga ini dengan headphone, tapi hatiku berkata bahwa aku harus melerai pertengkaran mereka. Entah azab apa yang menantinya, hingga ketika aku melerainya baik-baik dia tetep saja mengomel dengan egonya yang tinggi itu. Ketika aku bilang “astaghfirulloh ya Alloh” tak kusangka akan muncul perkataan itu dari nya, yah dia bilang “kamu itu gak ngerti situasi”. Astaghfirulloh ada apa dengan keluarga ini, begitu egoisnya dia, hingga ketika aku melerainya baik-baik dan bahkan ketika aku menyebut namaMu ya Alloh, masih bisanya dia berkata demikian. Aku tak habis pikir dia justru ikut menyalahkanku, padahal sebelumnya aku tak bermasalah dengan keduanya. Bahkan aku selalu mencoba agar tetap kondusif emosi masing-masing.

Ya Alloh, begiu besarnya kah cintaMu padaku? Hingga dihari kebahagiaan seluruh umat muslim didunia aku masih harus tetap merasakan cobaan ini. Ya memang mungkin Engkau tahu aku mampu hingga Engkau demikian. Ya mungkin Engkau ingin dekat dengaku di hari fitri ini hingga Engkau memberiku ujian di hari kemenangan ini.

Jika saja ada yang bisa mengerti. Ibu sering banget tertekan hingga tak jarang air matanya tertetes tak tertahankan. Air matanya adalah air mata perjuangan, bukan hal mudah baginya hingga akhirnya dia tak mampu menahan tangis itu. Astaghfirulloh haladzim, semoga Engkau benar mengerti dan segeralah Engkau beri jalan buatku dan ibuku.

Akhir tahun atau awal tahun, secepatnya semoga ada celah dan berharap Engkau membantuku untuk sekali saja dan lolos. Ibu berharap aku mampu, tapi siapalah aku jikalau tanpaMu. Terimakasih atas semua cobaan yang Engkau berikan, semoga memang benar aku mampu. (˘ʃƪ˘)

Didedikasikan untuk air mata Ibu, Ibu, dan Ibu.

Categories: Cerita, curhat, Motivasi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: