Home > Motivasi, umum > Secarik Kata Di Hari Sumpah Pemuda Edisi “Pahlawan Devisa”

Secarik Kata Di Hari Sumpah Pemuda Edisi “Pahlawan Devisa”


Kadang kita harus meninggalkan orang tua untuk ikut suami, istri, atau memang mau hidup berpisah dari orang tua. Tapi bukan berarti kita sudah tak menganggap mereka orang tua kita lagi. Demikian juga dengan kita bekerja di negara orang tahunan atau bahkan puluhan tahun, bukan berarti kita melanggar sumpah pemuda kan? Sebagai contoh mungkin Bapak Habibie dan sahabatnya yang bepuluh-puluh tahun di Jerman, tapi dia masih setia dengan WNI nya. Yah kebetulan aku pernah baca artikel tentang Bapak Habibie beserta sahabatya di Jerman beberapa waktu yang lalu. Dan itu sangat menginspirasi.

Secarik kata di hari sumpah pemuda edisi “Pahlawan Devisa”. Ya kenapa aku mengangkat tema ini, karena beberapa orang begitu meremehkan para pahawan devisa kita, para TKI tepatya. Sebagian memandang sebelah mata, ada juga yang menganggapnya memuja bangsa lain. Sedang mereka tak jauh dari sekedar mengais rejeki. Dan pasti ada alasan kuat bagi mereka melakukan itu. Ekonomi, atau mencari moda lebih untuk usaha di negeri sendiri. Ujung-ujungnya mereka pasti menjunjung tinggi negrinya sendiri. Jadi jangan terlalu menjudge buruk tentang mereka.

Jangan lupa pemasukan devisa sebagian besar darimana. Yang dilakukan mereka bukan semacam penghianatan atau karena pemujaan terhadap bangsa lain, tapi karena disini terlalu banyak kapitalism yang lebih mikir perut mereka sendiri. Yang mebuat rakyat proletar tertindas tak berdaya, harga membumbung tinggi dan pengangguran selalu bertambah.

Berani berjuang bukan hanya dikampung sendiri, berjuang di negeri orang bukan berarti kita berhianat. Suatu saat kalian akan mengerti alasan banyak orang harus pergi dari negrinya sendiri demi mencari dolar. Bukan karena berhianat atau memuja bangsa lain pastinya.

Amati sekitar secara global, baru silahkan menjudge. Atau tunjukan jalan bagi merek biar bisa dapat sesuatu yang layak disini. Mencaci tanpa memberi solusi ibarat bisa bikin anak tapi tak bisa bertanggungjawab. And, all of can do it. Ingat, Kau yang putuskan hidupmu, bukan orang lain.

Dulu, aku pernah berpikir seperti itu juga, bahwa menjadi TKI bukan cita-cita yang bagus. Banyak sekarang warga kita yang berjuang mati-matian agar bisa pergi ke negara lain demi agar bisa memperolah kehidupan layak. Tapi bukan berarti mereka berhianat kan? Aku yakin sebagian dari mereka sungguh sebenarnya tak menginginkan itu. Andai disini kita bisa mudah memperoleh sesuatu yang layak seperti apa yang bisa kita dapatkan dinegara lain.

Dan, aku pun yakin banyak pertimbangan juga bagaimana pada akhirnya mereka memutuskan untuk pergi. Beberapa teman saya kebetulan adalah ex TKI, ex kerja kapal pesiar, dan ada juga beberapa yang masih stay di negara orang untuk mengais rejeki. Dan rejeki yang diperolah dari bangsa lain bukan alasan untuk berhianat atau menjadi pemuja bangsa lain mengalakan bangsanya sendiri.

Selamat hari sumpah pemuda, bangkit pemuda Indonesia, keep fighting, keep struggle, bujironi gidohaseyo. Barakallah.
Think Smart Think Sumpah Pemuda.

Categories: Motivasi, umum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: