Home > Cinta, curhat > Entah

Entah


Aku masih terjaga dalam lamunan malamku. Sunyi malam menemani kesendirianku. Alunan musik pelan melantun indah mengiringi jemariku merangkai kata hati. Terlintas dalam benak mungkin indah berbagi menikmati malam bersama orang terkasih. Seperti gelapnya langit malam berhias bintang yang setia menemani.

“My love… Saranghaeyo… ” Terdengar syair lagu yang indah, seindah dirimu menghiasi hari-hariku. Seindah senyum mu yang mampu mengusir amarahku. Dan senyaman pelukanmu yang membuatku melayang. Kamu seperti bagian dari diriku yang hilang, yang kini datang melengkapinya. Denganmu semua terasa berarti, dan tanpa dirimu api cinta ini akan mati seperti lilin yang rela mengorbankan dirinya sendiri untuk menerangi orang lain. Kamu seperti anugrah terindah yang lama tak pernah kurasa, kamu memang bukan yang pertama bagiku, dan aku juga bukan yang pertama bagimu, tapi aku merasa kamu sangat spesial. Walau dengan semua statusnya yang melekat didirimu. Entah aku tak pernah pedulikan itu, aku seperti terbutakan oleh hadirmu, aku tak berdaya dalam pelukanmu. Aku terjatuh dalam lobang cinta yang kau buat.

Apakah ini yang terbaik? Apa yang Kau rencanakan? Apa ini hasil dari permintaanku tahunan ini? Apa ini jodoh yang Kau berikan? Berikan petunjukMu, aku seperti orang bodoh yang kebingungan mencari arah jalan pulang. Jika memang ini kehendakMu, berilah jalan yang terbaik buat kami. Jangan biarkan orang lain mengganggu hubungan kami. Dan berikan jalan untuk kedepannya.

Entah aku harus mengadu ke siapa lagi, setelah aku merengek kepadaMu. Aku tak pernah mengerti kenapa aku terjatuh disini, terjatuh disini dalam pelukannya. Sedang pada awalnya aku tak menginginkan ini. Sekarang aku benar telah terjatuh, dan dengan semua keadaan yang ada saat ini, terkadang aku merasa pesimis. Tapi rasa cinta ini selalu mampu menepis semua itu. Bahkan aku bisa cuek tak peduli dengan sekitar. Aku benar terbutakan olehnya. Ada apa ini?

Didepan halangan menanti untuk aku selesaikan, apa aku mampu sedang aku masih seperti ini saat ini. Aku jauh dibanding dia, aku bukan apa-apa dibanding dia. Ibarat orang berjalan, aku baru menempuh sepuluh meter dan dia telah menempuh ribuan meter. Ya kalau dia bisa mengerti dan mau sabar menuntunku, jika tidak apakah akhir crita akan indah seperti yang kuharap?

Buah hati itu ibarat barang warisan yang harus selalu dijaga, sampai nanti. Demikian juga denganku, aku harus mau menerimanya, meski entah apa yang dia pikirkan, karena seserius aku saat ini dia tak pernah membicarakan itu. Dia tak pernah menuntutku besok kamu harus ini itu, karena buah hati mereka esok mungkin akan bersanding diantara aku dan dia.

Jika memang yang terbaik saat ini adalah yang kita jalani saat ini, aku harap esok akan seperti saat ini, hariku selalu menjadi terbaik karena bersamanya.

Maaf jika aku belum mampu menjadi seperti yang kau mau. Yang aku ingat, aku tiba-tiba ada disini bersamamu.

Categories: Cinta, curhat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: