Home > Cerita, memory > Terjaga

Terjaga


memory 27 Oktober 2012

memory 27 Oktober 2012

Suara adzan subuh berkumandang ketika aku masih terjaga dalam malam ku. Berharap pagi akan diundur, agar aku lebih bisa menenangkan diri.

Begitu dinginnya malam ini, menemaniku dalam kesendirian, menanti sebuah keputusan yang aku tak pernah mengerti. Mencoba menyatukan langkah dan pikiran, meski saat ini begitu sulitnya dirimu.

Denganmu mungkin hanya mimpi pada awalnya. Kini kita bersama dalam balutan emosi dan problema kehidupan masa lalumu.

Melangkah bersama, dengan membuka lembaran baru aku pikir itu lebih indah, dari pada terus berjalan di jalan yang penuh dengan kerusakan. Kenapa harus selalu menoleh dan memberinya berjuta harapan, jika masa lalu yang tak kita ambil, tak akan bisa kita ambil di masa akan datang.

Hidup bagai orang berjalan namun kau tak pernah bisa kembali. Ketika kau temukan yang menurutmu bagus, maka ambil lah. Jika tidak kau ambil, nanti jika kau tak menemukan yang lebih baik didepan sana, maka kau tak akan pernah bisa kembali untuk mengambil yang telah kau campak kan. Dan itu hanya akan membuatmu dalam penyesalan hidup.

Aku hanya selalu membuatnya seolah mudah, sometime. Aku selalu ingin moment kebersamaan kita indah. Jika kita memang dipertemukan, kenapa aku harus menyesal, aku yakin ini bukan kebetulan.

Memang hidup tak selalu indah, namun hidup itu sendiri rangkaian keindahan. Membuatnya seolah mudah dengan senyuman, mungkin itu yang membuat segalannya seolah selalu indah.

Aku tidak menyesal berjalan sampai disini. Karena ketika proses aku lalui, aku tahu ada kehidupan yang lebih didepan, pahit atau manis itu pilihan.

Indahnya kebersamaan berbalut kejujuran. Kutemukan arti dalam hidup ketika kumelangkah bersamamu. Jangan biarkan kebohongan kecil-kecil itu menjadi bulatan besar yang mampu menghantam hubungan kita. Menyatukan langkah bersama, menyongsong hari esok yang kini entah bagaimana? Aku semakin tak mengerti jalan pikiranmu. Yang aku tahu hanya aku mencintaimu saat ini, esok itu tetap milik kita selama kita tetap bersama. Aku berharap engkau mengerti.

Categories: Cerita, memory
  1. Eko winarko
    December 7, 2012 at 3:46 pm

    Entah sampe kapan ku harus hidup dgn harapan ni, kenapa ku cllu mengharapkanmu padahal roda waktu sudah berjalan sekian lamanya meski bgtU indah dirasakan namun itu semua masih dlm mimpi(itulah diriku skrg)?

    • tasirmugissae
      December 7, 2012 at 4:46 pm

      terimakasih sudah berkenan mampir dan memberikan secarik kata…🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: