Home > memory, Motivasi > Imajinasiku Hilang

Imajinasiku Hilang


“Imajinasiku tentang dunia hilang. Entah, keinginanku yang menggebu seolah terganggu oleh suatu hal. Kini kuhanya selalu mencoba mengembalikan imajinasiku yang dulu mampu membuatku overspirit. Morning guys . . . Find the way who maked you feel better . . .

#np Leessang feat Jung In – Leessang Blues”

Itulah status facebook ku pagi ini, entah tiba-tiba aku merasa kehilangan semua imajinasi yang dulu menguasai seluruh otak ku, yang dulu mampu membuatku overspirit, membuatku memiliki tekad besar demi menggapai sebuah impian. Lalu kucoba putar sebuah lagu korea Leessang feat Jung In – Leessang Blues yang kebetulan lagu ini dulu merupakan lagu yang tak sengaja aku tahu dalam proses imajinasiku akan dunia.

Kini semua imajinasi itu hilang, aku sendiri bingung harus kemana kucari. Imajinasi itu hilang begitu saja seiring munculnya hal baru dalam hidupku. Padahal imajinasi-imajinasi itulah yang selama ini membuatku merasa selalu mempunyai harapan. Harapan akan semua cita dan cinta. Harapan yang hanya kasat mata jika aku hanya berdiri disini di tempat ini di negara dimana aku dilahirkan dan dibesarkan.

Aku yakin setiap manusia memiliki suatu hal yang menjadi sumber inspirasi dan semangat untuk meraih menggapai semua cita dan cinta. Dan jika itu hilang, kita seperti manusia bodoh yang kehilangan arah tujuan. Semua seperti mengambang, memiliki pilihan pasti tapi seolah enggan melakukan sesuatu untuk menggapainya.

Andai dinding dikamar dapat bicara, aku yakin dia mengerti dan mampu memberiku alasan mengapa, harus apa, dimana dan kapan. Sekarang yang aku tahu hanyalah aku harus mencari kemana imajinasi-imajinasiku dulu pergi, aku harus mengumpulkannya satu per satu. Karena dulu, itu yang membuatku benar-benar tegar melawan semua cobaan ini. Aku merasa telah melihat pancaran sinar terang diujung jalan, meski tak jelas tapi aku yakin itu.

Hi guys, find the way who maked you feel better. Majulah walau takut, karena tak ada sesuatu hal apapun bisa disebut berani tanpa adanya rasa takut. Kejarlah ci(n)ta-ci(n)ta mu hingga kau menggapainya dalam pelukan. Dan selalu ingat Alloh, kita tidak meminta saja terkadang kita dikasih, apalagi kalau kita meminta. God bless you, ganbatte, himneyo, barrakallah, no hanenim gachi isso. InsyaAlloh Khoeir Aamiin.

Your Friend

Tasir Mugissae (fb)
@tasirmugissae (twit)

Categories: memory, Motivasi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: