Home > Cinta > Indahnya Senja

Indahnya Senja


Dulu aku menemukan cinta, bukan cinta biasa. Karena aku merasa dia berbeda, sungguh berbeda. Seperti senja yang indah menyambut sang bulan yang menawan. Kesetiaan akan cinta yang kau beri, dulu kubuang sia-sia. Engkau pun tak kuasa menerima kenyataan itu, entah kenapa aku melakukannya, padahal aku tahu engkau indah. Mungkin karena Alloh belum merestui.

Waktu terus berjalan, aku coba pindah dari satu hati ke hati yang lain. Tapi cinta yang dulu pernah aku rasa tak pernah kutemui lagi. Hingga pada titik penantian yang panjang akan cinta. Aku seolah menyerah pasrah pada Alloh, bahwa Alloh punya rencana sendiri untuk cintaku.

Senja, entah aku ini penikmat senja, senja pula yang membawaku pada cinta yang dulu kusiakan. Seperti jodoh, karena kuyakin tidak ada sesuatu yang kebetulan. Suatu senja seorang perempuan muncul seolah Alloh mengirimnya untukku, disaat ku membutuhkan seseorang disampingku. Seseorang yang menerima semua yang ada didiriku. Yang tidak memprotes atas semua kekuranganku, bahkan dia menambahkan sesuatu yang positif didiriku. Senja mengirimmu padaku, aku bersyukur atas senja. Aku berjanji pada senja, aku tak akan menyiakannya lagi. Karena bukan hanya karena senja, tapi karena Alloh. Kamu melebihi atas apa yang pernah aku punya, kamu melebihi keindahan yang pernah aku rasa. Dan karenamu aku bisa benar menikmati keindahan, walau diatas keindahan selalu ada keindahan lagi, tapi aku tak pernah bisa menikmatinya seperti aku menikmati keindahanmu. Karena bagiku kamu tetap yang terindah.

Apa pun yang terjadi walau manusia tak merestui, jika Alloh merestui akan aku jalani. Aku percaya Alloh mengirimmu untuk ku. Dan aku rindu kecupan mu selepas sholat berjamaah. Subhanalloh aku bersyukur atasMu. Jangan pisahkan setelah sejauh ini kami melangkah. Aku memohon restuMu.

Untukmu perempaun yang selalu ada disampingku kini, aku menyanyangimu, aku mencintaimu, bukan hanya karena dirimu tapi juga karena Alloh. Kamu bukan yang pertama yang mengisi hatiku, tapi aku ingin kamu menjadi yang terakhir. Sayang, aku mencintamu.

*aku selalu menikmati menjadi pemeran utama dalam setiap goresanku, karena dengan itu aku bisa menjadi siapapun.*

Categories: Cinta
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: