Home > curhat > Aku Pergi Entah Kembali

Aku Pergi Entah Kembali


Hidup selalu penuh dengan halang rintangan. Baik buruk, susah senang, berat ringan sepertinya selalu mewarnai hari. Aku baru menyadari betapa lama aku mampu menahan semua penat, suntuk, serba salah, dan serba takut untuk melangkah. Terlalu lama aku terjebak dalam kegelisahan dan kegalauan. Seolah tak ada hal yang mampu menarik ku keluar dari situasi itu. Oh man its so difficult for me.

Suatu hari aku bertemu seseorang yang awalnya bahkan aku mengacuhkannya. Hingga dia mendatangiku, menarikku dan mengajak ku berjalan bersama. Lambat laun aku merasa nyaman bersamanya, baru kusadari setelah sekian waktu bahwa hampir semua yang dulu aku minta ada didirinya. Meski ada satu hal yang membuat sebagian keluargaku enggan menerimanya.

Tak terasa empat bulan berlalu, aku menikmati berjalan bersamanya. Nyaman dan seperti memperoleh penyemangat baru dalam hidup. Hingga diujung sebuah senja aku berkelahi dengan dinginya malam, berkelahi dengan diktator dalam keluargaku. Sampai pada puncak kepenatanku aku memutuskan untuk pergi, ya pergi meninggalkan rumah yang dulu menjanjikan kebahagiaan dan keharmonisan. Kini aku meninggalkanya, aku berteduh dalam kamar kecil milik kawanku, disudut sebuah kota jogja yang semua orang mengidamkannya. Jogja berhati nyaman, tapi tak begitu denganku sejauh ini aku hidup, aku tak pernah merasakan seperti apa itu nyaman.

Kini aku gelisah harus kemana lagi aku bernaung, harus kemana lagi aku mengais rejeki demi mengisi perut. Satu-satunya harapanku itu justru orang lain, yang kuharap aku akan menjadi bagian dari keluarganya. Tapi siapakah aku? Tak mungkin ku meminta, tapi tak tahu kemana aku harus berkeluh. Diam, diam tak membuatku mampu menyelesaikan semua masalah ini.

Cita-cita terbang seperti burung, oversea seperti sebuah harapan terakhir. Tapi begitu sulit untuk meraihnya. Entah apa aku mampu, mencoba jalan lain pun tak ada. Apa aku mampu melalui ini tanpanya? Apa nanti aku mampu berpisah demi sebuah kata masa depan? Apakah aku kuat melalui hari bersama orang yang baru saja aku mengenalnya yang kita sebut keluarga baru? Hari esok masih tak ku mengerti, apalagi masa depan jauh di pandangan bahkan mungkin jauh dari pemikiranku. Seperti saat ini, tak pernah dulu ku terpikirkan aku akan seperti ini. Seperti sebatangkara, maju seperti tak mampu, mundur enggan, maju melawan atau berdiri bertahan sama-sama membutuhkan kekuatan. Entah? Tak mungkin ku kembali ke jalan ketika dulu aku dilahirkan.

Entah?

Categories: curhat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: