Home > curhat > Sang Pengeluh

Sang Pengeluh


1 Februari 2016
Banyak orang telah menemukan kebahagiaannya masing-masing. Memiliki arti dalam hidup dan setiap langkah yang mereka tempuh. Memperkuat rangkaian-rangkaian semangat yang telah mereka rangkai. Mempertahankan agar selalu menyatu dalam ikatan yang penuh kasih dan sayang.

Malam ini 07:52 pm, hujan deras mengguyur kampung kecil yang jauh dari keramaian Kota jogjaku tercinta. Seperti biasanya, hujan deras dan petir selalu membuat listrik diwilayah kami mati. Yah, gelap-gelapan kami malam ini. Iya kami, aku dan ibuku tercinta. Hanya kami yang bisa menyatu dalam gubuk kecil yang pernah roboh ini karena gempa 2006 silam.

Terkadang, kami mengeluh bahkan sering kami mengeluh, saling mengeluh. Meski akhirnya kami mencoba menenangkan diri kami sendiri. Sabar, yang penting kami selalu sehat waras. Alhamdulillah, kami masih bisa menikmati nikmatMu yang lain.

Mencintai itu mudah, menjalani hidup bersama yang bisa sejalan dan bisa saling itu yang sulit. Iya mencintai, baik dalam hubungan sepasang kekasih maupun dalam hubungan ikatan sebuah pernikahan. Tidak semuanya mampu mempertahankan sebuah ikatan itu. Memang tidak mudah, dan bukan perkara mudah menyatukan dua sifat dua hati yang berbeda. Mengalah itu mudah dan murah, tapi yang mahal adalah gengsi nya.

Manusia diciptakan untuk saling membantu saling bergantung. Kita tidak pernah bisa hidup sendiri, kita membutuhkan orang lain, walau kadang orang lain hanya seperti aktor numpang lewat.

Kita manusia sebenarnya memang butuh untuk curhat, sharing, atau mengeluh untuk mengurangi beban yang ada. Terkadang mengeluh kepada yang Esa masih membuat kita ingin berbagi kepada, teman, sahabat, maupun keluarga. Kita sering kali membutuhkan saran nasehat mereka. Meski, terkadang banyak mengeluh juga sering dijauhi sama teman. Wajar, ibarat kita bilang kita sakit perut, mereka bisa ngerti tapi mereka tidak akan pernah benar mengerti rasa yang kita rasakan. Seperti halnya ketika kita mengeluh, mereka tidak pernah benar mengerti karena mereka tidak mengalami apa yang sedang kita alami. Memang, kadang sakit. Bermaksud mencari teman berbagi agar tidak suntuk, agar tidak stress namun malah dijauhi.

And, i just trying to be more stronger. Makasih buat teman yang tidak pernah menjauh dalam keadaan seperti apapun diriku.

Categories: curhat Tags: , , ,
  1. February 2, 2016 at 12:53 pm

    Orang-orang baik yang tulus disekitar kita bisa jadi jawaban dari pertanyaan dan kegundahan yang kita sampaikan kepada Yang Esa. Nice post🙂

    • tasirmugissae
      February 3, 2016 at 5:39 am

      Thanks om sudah mampir, seneng rasanya ada yg mmpir walking…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: