Cerita

Assalamu’alaikum sahabatku smua,,

Sahabatku smua,,
Waktu demi waktu telah kita lalui bersama,,mulai dari masa ospek sampai akhirnya kita pun menjalani kuliah,, banyak masalah yang mungkin sering kita alami, ntah itu cekcok antar kawan, masalah utang, masalah iri hati, atau masalah pacar,, begitu banyak warna yang selama ini menghiasi perjalanan kita bersama,, merah kuning hijau pokoknya komplit deh,, 5th yang lalu kita kenal, 5th sudah kita jalani,, hari ini tepat kelulusanku, tepatnya aku di wisuda bareng 6 temen sekelas kita,, syukur alhamdulillah atas wisuda ini,, sebenernya alangkah indahnya jika saat wisuda ini kita bisa bersama-sama menjalankanya, semoga kalian cepat menyusul, amien,,

Sahabatku,,
Aku pergi dulu,, meninggalkan kampus tercinta ini,, mungkin akan lama kita kan jumpa lagi,, semangatlah kalian, kejar semua cita dan anganmu,, keluargamu keluargaku keluarga kita semua menanti kita dirumah, menanti kesuksesan kita, menanti kita bisa membahagiakan mereka, bisa meringankan mereka, mereka orang tua kita yang kita hormati. Jangan lah kau bermalas sahabatku,, aku tahu kalian bisa, aku tahu kalian lebih bisa dibanding aku, aku yang hanya selalu ngeluh karena pas-pasan ini,,

Sahabatku smua,,
Hari ini jadi hari yang membuatku terharu, terharu akan kehebatan orang tuaku yang selama ini mampu membiayaiku kuliah, membiayai kehidupan sehari hariku, mereka mampu dan mau membiayaiku meski harus hutang sana sini, tapi apa mereka mengeluh? Engga,, engga,, mereka orang tuaku sesusah apapun tak mengeluh, mereka hanya selalu bilang, “nak kamu tak usah mikirin biaya, biarlah kami yang berpikir bagaimana caranya dapat biayanya, tugas kamu yang penting kuliah yang bener dan semoga cepat lulus, semoga bisa jadi orang sukses” itulah yang selama ini selalu menjadi penyemangatku, tiap kali aku ingat kalimat itu, aku selalu jadi lebih semangat dan melawan malasku ini. Semoga kalian juga bisa sepertiku, amin,,

Orang tua kita, demi anaknya demi cita-cita anaknya dan demi masa depan anaknya, bahkan ketika kita khilaf terhadapnya, apa mereka dendam kepadaku, kapada kita? Engga,, engga sama sekali,, bahkan mereka tetap menyayangiku menyayangi kita dengan setulus hatinya, mereka orang tua kita lah yang membuat kita seperti saat ini, membuat kita bisa melangkah sampai saat ini, semoga kelak kita kan bisa membalas budi mereka, mereka orang tua kita, amien,,jangan lah kau siakan pengorbanan orang tua kita,,

Sahabatku,,
keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini
tidak terlepas dari cinta kasih sayang dukungan serta bimbingan dari orang tua kita
bahagiaku surga mereka dan deritaku pilu mereka
sering terlintas dalam benakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini
ibukku yang telah mengandungku selama 9 bulan
ibukku yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir didunia ini
ibukku juga yang merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
bapak yang telah mendidikku, bapak yang rela bekerja banting tulang iklas mengeluarkan keringatnya
agar aku dapat menikmati hidup.. detik demi detik hari demi hari bahkan tahun demi tahun..
apakah yang dapat kulakukan buat membalas mereka..pernah aku tidak mau dengar nasehat mereka
pernah juga aku bohong kepada mereka, begitu durhakanya aku kepadanya,,
astahgfirullah maafkan aku bapak,,,ibuk,,,

tapi apa mereka memendam rasa dendam terhadapku.. tidak tidak sama sekali..
mereka dapat tulus memaafkan kekhilafanku.. mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka..
bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa2 mereka hingga aku menjadi seperti saat ini
sering kali aku pandangi wajah mereka dan aku sadar, badan yang dulu tegap kekar kini mulai melemah
rambut yang dulu hitam kini mulai memutih..dan kulit mereka yang dulu kencang kini pun mulai berkeriput..
sering kali aku menangis jika memikirkan mereka orang tuaku,, apalagi hari ini ketika aku lihat mereka orang tuaku menatapku bahagia, air mata ibukku tak terbendung lagi melihatku memakai toga ini
kurangkul mereka dan berkata makasih bapak, makasih ibuk, ibuk pun makin tak kuasa menahan air matanya, diapun menciumku penuh haru, penuh rasa bangga melihatku hari ini, subhanallah,,

terimakasih bapak,, terima kasih ibuk.. aku sayang bapak dan ibuk sampai akhir hayatku..

Untuk Sahabatku,,
Tulisan ini aku tulis untuk kalian, sekalian memenuhi pesan sahabatku sahabat kita yang memintaku membuat tulisan ini untuk kalian semua, semoga bisa menjadi pendorong buat kalian. Dalam tulisan ini aku tak bermaksud membuatmu bersedih atau jadi beban, justru karena agar kalian semangat, tak ada maksud jelek aku kepadamu, sahabatku,, Ingatlah bahwa masalah dan beban hidupmu tak harus menjadi pengahambat, jadikan itu semua sebagai pendorong penyemangat hidupmu untuk lebih maju, amien. Semoga kelak kita kan jadi manusia yang berguna, bagi orang tua, keluarga, masyarakat dan insyaAllah bagi negara ini,, amien, jangan lah lupa kepadaku jika kalian sukses,, karena kesuksesan itu berawal dari sini,,

By sahabatmu tasir

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: